Senin, 07 Maret 2016

Volume dan Kapasitas Paru-Paru

Volume dan Kapasitas Paru-Paru
Volume udara respirasi pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada ukuran paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Pada orang dewasa, volume paru-paru berkisar antara 5 – 6 liter yang terdiri dari:
1.   Volume Tidal (VT). Volume udara tidal adalah volume udara hasil inspirasi atau ekspirasi pada setiap kali bernapas normal. Volume udara tidal bervariasi tergantung pada tingkat kegiatan seseorang. Pada kondisi tubuh istirahat, volume udara tidal sebanyak kira-kira 500 mililiter pada rata-rata orang dewasa muda, dan besarnya akan meningkat bila kegiatan tubuh meningkat. Dari 500 mililiter udara tidal yang dipernapaskan pada kondisi istirahat tersebut hanya 350 mililiter saja yang dapat sampai di alveolus, sedang yang 150 mililiter mengisi ruang yang terdapat pada saluran respirasi (disebut ruang rugi).
2.   Volume Cadangan Inspirasi (VCI), adalah volume udara yang dapat dihisap dengan kekuatan inspirasi yang lebih kuat setelah volume tidal dilakukan, pada keadaan normal sebanyak kira-kira 3000 mililiter.
3.   Volume Cadangan Ekspirasi (VCE), adalah volume udara ekstra yang dapat dikeluarkan (dihembuskan) dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, pada keadaan normal sebanyak kira-kira 1000 mililiter.
4.   Volume Residu (VR), yaitu volume udara yang masih tetap berada dalam paru-paru setelah ekspirasi kuat, kira-kira sebanyak 1500 mililiter.
Dalam menguraikan proses respirasi terkadang diperlukan penyatuan dua atau lebih jenis-jenis volume di atas. Kombinasi dari jenis-jenis volume itu disebut kapasitas paru-paru. Beberapa jenis kapasitas paru-paru sebagai berikut.
1.    Kapasitas Inspirasi (KI), sama dengan volume tidal ditambah dengan volume cadangan inspirasi. Kapasitas inspirasi merupakan jumlah udara yang dapat dihirup oleh seseorang mulai ekspirasi normal dan mengembangkan paru-parunya sampai jumlahnya maksimum (kira-kira 3500 ml).
2.    Kapasitas Residu Fungsional (KRF), sama dengan volume cadangan ekspirasi ditambah dengan volume residu. Besarnya kapasitas residu fungsional adalah udara yang tersisa dalam paru-paru pada akhir ekspirasi normal (kira-kira 2500 ml).
3.    Kapasitas Vital (KV), sama dengan volume cadangan inspirasi ditambah dengan volume tidal dan volume cadangan ekspirasi. Kapasitas vital ini adalah jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru-paru seseorang setelah terlebih dahulu mengisi paru-paru secara maksimum dan kemudian mengeluarkan sebanyak-banyaknya (kira-kira 4500 ml).
4.    Kapasitas total paru-paru, adalah volume maksimum dimana paru-paru dapat dikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa atau sama dengan kapasitas vital ditambah dengan volume residu (kira-kira 6000 ml).


    • KI   =  VT + VCI
    • KRF =  VCE + VR
    • KV  =  VCI + VT + VCE
Dengan:
VT       =  volume tidal
VCI     =  volume cadangan inspirasi
VCE    =  volume cadangan ekspirasi
VR      =  volume residu
KI        =  kapasitas inspirasi
KRF    =  kapasitas residu fungsional
KV      =  kapasitas vital
Image

Mekanisme Pernafasan

Mekanisme Pernafasan

A. Pernafasan Dada
1) Inspirasi (Inhalasi)
Otot antar tulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk terangakat dan rongga dada mengembang. diafragma mendatar sehingga tekanan rongga dada berkurang dan mendorong udara dari luar masuk ke paru-paru.
2) Ekspirasi (Ekshalansi)
Otot antar tulang rusuk berelaksasi tulang rusuk kembali ke posisi semula, rongga dada mengempis. udara dari paru-paru terdorong keluar
B.Pernafasn Perut
1) Inspirasi (Inhalasi)
Otot diafragma berkontrasi tertarik kearah rongga perut. Diafragma datar rongga dada mengembang sehingga tekanan rongga dada berkurang dan mendoong udara dari luar masuk ke paru-paru.
2) Ekspirasi (Ekshalansi)
Otot diafragma mengendur kembali melengkung keartah rongga dada, rongga dada mengempis sehingga udara dari paru-paru terdorong keluar.

Zat yang Harus Ada pada Makanan

 Zat yang Harus Ada pada Makanan

Makronutrien

1.KarbohidratSumber energi, menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh, bahan pembentuk sel tubuh.
Berasal dari : nasi, jagung roti, kentang, dll. 

2.Protein
Zat pembangun sel tubuh, mengganti bagian sel yang telah rusak atau tua, bahan pembuatan enzim, hormon, dan pigmen.
Berasal dari
Protein hewani : telur, ikan, daging, dll.
Protein nabati : biji-bijian, kacang-kacangan.

3.Lemak
Sumber energi, pembawa makanan esensial, pelarut vitamin A, D, E, K.
Berasal dari : daging, susu, kedelai, dll.

Mikronutrien

1.Garam Mineral
Mengatur tekanan osmosiscairan tubuh, bahan pembangun.
Makroelemen : natrium, kalium, magnesium, fosfor, kalsium.
Mikroelemen : yodium, besi, fluor, tembaga.

2.Vitamin
Larut dalam air :
- B1
   Fungsi : pembentukan enzim.
   Gejala kekurangan : beri-beri, gangguan saraf.
- B2
   Fungsi : metabolisme karbohidrat.
   Gejala kekurangangangguan pertumbuhan gangguan kulit.
- B6
   Fungsi :pembentukan enzim untuk metabolisme lemak.
   Gejala kekurangan : dermatitits, gangguan saraf.
- B12
   Fungsi : pembentukan inti sel.
   Gejala kekurangan : anemia.
- C
   Fungsi : dibutuhkan kolagen dan jaringan ikat.
   Gejala kekurangan sariawan, gangguan jaringan ikat.
Larut dalam lemak :
- A
   Fungsi : pembentukan pigmen, penglihatan.
   Gejala kekurangan rabn senja , kulit kasar.
- D
   Fungsi : penyerapan kalsium.
   Gejala kekurangan gangguan tulang.
- E
   Fungsi : pertumbuhan dan menjaga sel darah merah.
   Gejala kekurangan : sel darah merah mudah rusak.
- K
  Fungsi : pembekuan darah.
  Gejala kekurangan : jika ada luka darah sukar membeku.

Kisah Perdebatan Akal antara Imam Abu Hanifah dengan Dahri

Kisah Perdebatan Akal antara Imam Abu Hanifah dengan Dahri

 Seorang Dahri atau Mulhid (athies) telah menemui Sheikh Hammad iaitu guru Imam Abu Hanifah. Sebelum itu, dia telah mencabar para ulama berdebat dengan mengatakan: "Kalian mengatakan Allah itu wujud tanpa ada tempat, sedangkan setiap yang wujud mesti mempunyai tempat".  

Ramai ulama telah kalah berdebat, kemudian si Dahri ini bertanya kepada orang ramai: "Masih adakah ulama di kalangan kamu yang mampu berdebat denganku?".

 Mereka menjawab: "Ada, beliau bernama Sheikh Hammad."

  Si Dahri pun mohon Khalifah agar perintahkan Sheikh Hammad untuk berhujah dengannya. Khalifah memperkenankan permintaan Si Dahri dan memerintahkan Sheikh Hammad dengan diberi tangguh hingga keesokan harinya. 

Pada pagi esok, Imam Abu Hanifah yang masih kecil telah mendapati gurunya itu berada dalam keadaan dukacita. Beliau pun bertanyakan sebabnya

 Gurunya menjawab: "Aku telah dipanggil oleh Khalifah untuk berdebat dengan si Dahri dalam perhimpunan para ulama. Semalam aku juga telah bermimpi sesuatu yang buruk."

Imam Abu Hanifah: "Apa yang Tuan Guru mimpikan?" 

Sheikh Hammad: "Aku bermimpi melihat sebuah dusun yang sangat luas yang terhias. Terdapat sepohon pokok kayu yang berbuah. Kemudian, muncul seekor babi dari suatu penjuru kampung dan memakan buah-buah pohon tersebut sehingga habis dedaun dan buah-buah tersebut. Hanya tinggal batang kayu sahaja. Kemudian, muncul pula seekor harimau daripada umbi pohon tersebut lalu terus menerkam babi itu dan membunuhnya."

 Imam Abu Hanifah: "Allah Taala telah mengajarkan saya ilmu ta'bir mimpi. Saya mendapati mimpi ini baik bagi kita dan buruk bagi musuh kita. Jika Tuan Guru izinkan, bolehlah saya ta'birkannya."

Sheikh Hammad: "Ta'birkanlah wahai Nu'man (nama sebenar Imam Abu Hanifah)."

 Imam Abu Hanifah: "Dusun luas yang terhias itu adalah agama Islam. Pohon kayu yang berbuah itu ialah para ulama. Batang kayu yang tertinggal itu ialah Tuan Guru sendiri. Babi yang muncul itu ialah si Dahri, manakala harimau itu yang membunuh babi tersebut ialah saya sendiri. Berangkatlah, saya akan turut menemani Tuan Guru. Dengan berkat hemat Tuan Guru dan berkat hadrat Tuan Guru, saya akan patahkan hujahnya."

 Sheikh Hammad bergembira dengan kata-kata Imam Abu Hanifah itu, lalu bertolak bersama ke Masjid Jami'. Kemudian, Khalifah tiba di samping orang ramai telah berhimpun di sana.

 Si Dahri datang dan terus naik ke mimbar serta bertanya: Siapakah di kalangan kamu yang akan menjawab soalan-soalanku? 

Imam Abu Hanifah menjawab: "Nyatakan saja soalan kamu, orang yang tahu akan menjawabnya."

Si Dahri: "Siapakah engkau ini, wahai budak? Engkau bercakap denganku sedangkan orang-orang yang ada kemegahan, orang tua, berserban besar, berpakaian labuh dan berlengan baju yang luas tidak mampu berdebat denganku. Inikan pula kamu yang masih kecil, masih mentah dan hina."

 Imam Abu Hanifah: "Allah Taala tidak memberikan ketinggian dan kebesaran kepada orang yang berserban besar, berpakaian penuh kemegahan dan berlengan baju yang luas, tetapi Allah memberi kepada para ulama seperti firman-Nya, bermaksud:

 Dan (Allah memberikan kepada) orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat. Surah al-Mujadalah, (58): 11.

 Si Dahri: "Engkaukah yang akan menjawab soalan-soalanku?"

Imam Abu Hanifah: "Aku akan menjawab dengan Tawfiq Allah."

Si Dahri pun mula bertanya: "Adakah Allah itu Wujud?"

Imam Abu Hanifah: "Ya."

Si Dahri: "Di mana?"

Imam Abu Hanifah: "Allah tidak bertempat."

 Si Dahri: "Bagaimana mungkin Dia Wujud tapi tidak bertempat?"

 Imam Abu Hanifah: "Dalilnya ada pada diri anda."

 Si Dahri: "Mana dia?"

Imam Abu Hanifah: "Bukankah kamu mempunyai nyawa?"

 Si Dahri: "Memang."

 Imam Abu Hanifah: "Di manakah tempat nyawa atau roh kamu itu? Di kepala kamukah? Atau di perut kamu? Atau di kaki kamu?"

 Si Dahri tercengang-cengang tidak tahu jawab. Kemudian Imam Abu Hanifah menyebutkan pula tentang air dengan mengatakan: "Bukankah air susu itu mempunyai lemaknya?"

 Si Dahri: "Ya."

 Imam Abu Hanifah: "Di manakah terletaknya lemak itu di dalam susu? Adakah di sebelah atas atau di sebelah bawah?"

 Sekali lagi Si Dahri tidak dapat menjawab. Imam Abu Hanifah menambah: "Sebagaimana roh juga tidak bertempat di dalam tubuh, lemak tidak bertempat di dalam susu, maka Allah juga tidak bertempat di alam buana ini."

 Si Dahri menyoal lagi: "Apa yang ada sebelum Allah dan apa yang ada selepas-Nya?"

 Imam Abu Hanifah: "Tiada sesuatu sebelum Allah dan tiada sesiapa selepas-Nya."

 Si Dahri: "Bagaimana dapat memahami tiada sesuatu yang mendahului yang maujud dan tiada sesuatu selepasnya?"

 Imam Abu Hanifah: "Buktinya ada pada anggota badanmu."

 Si Dahri: "Apa dia?"

 Imam Abu Hanifah: "Tiada sesuatu pun yang mendahului ibu jari tanganmu. Dan tiada sesuatu pun yang ada selepas jari kelingkingmu. (penulis: logik ini sangat tinggi, barangkali orang awam macam kita tidak memahaminya, wAllahua'lam) Begitu jugalah dengan Allah Taala. Tiada sesuatu sebelum-Nya dan tiada sesuatu selepas-Nya."

 Si Dahri: "Ada satu lagi soalan yang ingin aku tanyakan."

 Imam Abu Hanifah: "Kemukakanlah, Insya Allah aku akan menjawabnya."

 Si Dahri:" Apakah yang dilakukan oleh Allah sekarang?"

 Imam Abu Hanifah: "Cara engkau tidak betul. Sepatutnya orang yang menjawab mesti berada di mimbar dan orang yang bertanya berada di bawah."

 Aku akan menjawab jika aku berada di mimbar dan engkau pula di bawah. Si Dahri pun turun, Imam Abu Hanifah pula di mimbar. Setelah beliau duduk, si Dahri itu pun bertanyakan soalan tadi. Imam Abu Hanifah menjawab: "Inilah yang Allah Taala lakukan sekarang. Dia menggugurkan yang batil seperti kamu dari atas ke bawah dan menaikkan yang benar seperti aku dari bawah ke atas."

 Si Dahri rasa tertewas dan hujahnya dipatahkan.

Makna Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Allah

Makna Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Allah

  1. Wujud dan Adam ⇒ Wujud artinya ada dan lawannya adalah adam yang artinya tidak ada, maknanya adalah bahwa Allah itu ada, dan mustahil jika Allah itu tidak ada.
  2. Qidam dan Hudust ⇒ Qidam artinya terdahulu dan lawannya adalah Hudust yang artinya baru, maknanya adalah bahwa Allah itu tidak ada awal mulanya dan tidak mungkin ada pendahulu selain Allah.
  3. Baqa dan Fana ⇒ Baqa artinya kekal dan lawannya adalah Fana yang artinya binasa atau rusak, maknanya adalah bahwa Allah itu kekal selama-lamanya dan tidak mungkin binasa.
  4. Mukhalafatuhu lilhawadis dan Mumathalatuhu lilhawadith ⇒ Maknanya Allah tidak mirip dengan makhluknya, Allah sangat sempurna dibanding apapun.
  5. Qiyamuhu binafsih dan Qiamuhu bighairih ⇒ Maknanya bahwa Allah itu berdiri sendiri tanpa dibantu oleh siapapun.
  6. Wahdaniyat dan Ta'addud ⇒ Maknanya bahwa Allah itu satu, tidak ada tuhan selain Dia.
  7. Qudrat dan Ajzun ⇒ Maknanya bahwa Allah itu Berkuasa atas semua yang ada di langit dan bumi beserta seisinya.
  8. Iradat dan Karahah ⇒ Maknanya bahwa Allah itu berkehendak dan mustahil kalau Allah itu terpaksa dalam melakukan sesuatu.
  9. Ilmu dan Jahlun ⇒ Maknanya bahwa Allah itu maha mengetahui segalanya dan mustahil kalau Allah itu bodoh.
  10. Hayat dan Maut ⇒ Maknanya bahwa Allah itu hidup dan tidak akan pernah mati.
  11. Sam'un dan Sami ⇒ Maknanya bahwa Allah mendengar segala sesuatu baik dhohir maupun batin, mustahil kalau Allah itu tuli.
  12. Basar dan Umyu ⇒ Maknanya bahwa Allah melihat segala sesuatu baik yang nampak maupun yang tidak nampak, mustahil kalau Allah buta.
  13. Kalam dan Bukmun ⇒ Maknanya bahwa Allah itu berfirman, mustahil kalau Allah itu bisu.

Mengenal Fugsi atau Rumus Microsoft Excel

Mengenal Fungsi atau Rumus Microsoft Excel

 1. Fungsi Average

Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;

=AVERAGE(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rata-ratanya. 
Misalnya untuk mengisi nilai rata-rata dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =AVERAGE(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.


2. Fungsi Sum

Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah =SUM(number1, number2,…). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range data yang akan dijumlahkan.  
Misalnya untuk menjumlahkan range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =SUM(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.



3. Fungsi Max
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;
=MAX(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya.  
Misalnya untuk mencari nilai maksimal dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MAX(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.



4. Fungsi Min
Fungsi Min adalah kebalikan dari fungsi Max, jika fungsi Max untuk mencari nilai tertinggi atau maksimal maka Min adalah untuk mencari nilai terkecil atau minimum dari sekumpulan data numerik. Bentuk umum penulisannya adalah ; 
=MIN(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya.  
Sebagai contoh untuk mencari nilai terendah dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MIN(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.
5. Fungsi Count
Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari suatu range yang kita pilih. Bentuk umum penulisannya adalah ; 
=COUNT(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dihitung jumlah datanya.  
Sebagai contoh untuk menghitung jmlah data dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =COUNT(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.

6. Fungsi Logika IF
Fungsi ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut:
Lambang Fungsi
= Sama dengan
< Lebih kecil dari
> Lebih besar dari
<= Lebih kecil atau sama dengan
>= Lebih besar atau sama dengan
<> Tidak sama dengan
Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah ;
=IF(logical_test,value_if_true,value_if_false), artinya kalau ekspresi logika (logical_test) bernilai benar, maka perintah pada value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan.

Sabtu, 05 Maret 2016

Gerak pada Tumbuhan

GERAK PADA TUMBUHAN
1)      Gerak Etionom
a)      Tropisme
Gerak pertumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan.
Berdasarkan jenis rangsangnya, gerak tropisme dibedakan atas:
1)      Geotropisme
-          Faktor penyebab: gaya tarik bumi (gravitasi).
-          Contoh: gerak akar menuju pusat bumi.
2)      Fototropisme
-          Faktor Penyebab: cahaya matahari.
-          Contoh: gerak pertumbuhan ujung/pucuk tanaman menuju arah datangnya cahaya.
3)      Tigmotropisme
-          Faktor penyebab: persinggungan
-          Contoh: gerak sulur tanaman sirih yang membelit kayu.
4)      Hidrotropisme
-          Faktor penyebab: air
-          Contoh: gerak pertumbuhan akar menuju sumber air.
b)      Nasti
Gerak yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan.
Gerak nasti dibedakan atas:
1)      Seismonasti
-          Gerak daun tumbuhan majemuk kerena sentuhan.
-          Contoh: gerak mengatup daun putri malu karena disentuh.
2)      Niktinasti
-          Gerak mengatupnya daun pada sore hari.
-          Contoh: pada daun petai cina.
3)      Termonasti
-          Faktor penyebab: suhu atau temperatur.
-          Contoh: mekar dan menutupnya bunga tulip karena suhu.
4)      Fotonasti
-          Faktor penyebab: cahaya.
-          Contoh: mekarnya bunga pukul empat di sore hari.
5)      Nasti Kompleks
-          Faktor penyebab: cahaya, kadar air, gas CO2
-          Contoh: gerak membuka dan menutup stomata.
c)       Taksis
Gerak berpindah tempat.
-          Mendekati rangsang: taksis positif (+)
-          Menjauhi rangsang: taksis negatif (-)
Gerak taksis dibedakan atas:
1)      Fototaksis
-          Faktor penyebab: cahaya.
-          Contoh: gerak Spirogyra sp. ke tempat yang terang.
2)      Kemotaksis
-          Faktor penyebab: zat kimia.
-          Contoh: gerak sel sperma menuju sel telur.
2)      Gerak Endonom (Autonom)
Gerak yang ditimbulkan karena faktor dari dalam tubuh tumbuhan.
-          Contoh:
a. Gerak sisklosis, gerak aliran sitoplasma.
b. Gerak nutasi, gerak membentuk lintasan melingkar.
    Contoh: tanaman kacang panjang.